Jujur saja, pada
awalnya gue hanya tertarik sama film ini karena melihat pict Lee Yo Won yang cute
di cover filmnya. Ya, Lee Yo Won itu
emang cute banget kan, dan terlihat
dewasa, hehehehe, emang udah dewasa kali. (Ini bisa jadi salah satu alasan juga
gue demen sama drakor 49 days, meskipun nggak pernah nonton sampe abis, bahkan
kayaknya satu episode juga enggak.) Kalo diperhatikan dari genrenya, crime dan
drama... hmmmmm, drama oke lah, tapi crime?? Kayaknya crime bukan gue banget.
Tapi ya itu, karena ada pict Mbak Lee
yang cute, akhirnya gue terhipnotis
untuk mengklik link downloadnya. Di sisi lain gue udah percaya bahwa akting
aktris yang satu ini pasti keren, jadinya gue mengasumsikan bahwa filmnya juga
bakal keren. Readers yang budiman, terkadang kita bisa menjudge sebuah film
dari aktor/aktrisnya. Maksud gue, aktor/aktris yang baik pasti cenderung untuk
tidak bermain di film abal-abal, ya kan?!
Senin, 19 Agustus 2013
Sabtu, 29 Juni 2013
Gue lagi apa? Gue
lagi wawancara. Sama siapa? Sama
seorang doktor yang keren, masih muda, tapi—maaf—udah beruban. Buat apa gue
diwawancara? Entahlah, mungkin gue lagi ngelamar kerja untuk mengisi suara
di film-film kartun, itu adalah cita-cita rahasia gue. Rahasia antara gue,
Tuhan, dan siapapun yang baca tulisan ini, jadi, ssssttt, jangan bilang
siapa-siapa ya, apalagi Presiden SBY (sekarang Jokowi).
“Baiklah, Nak
[biiip], sebutkan potensi-potensi yang Anda miliki!”
“Potensi saya Pak?
Hmmmm, potensi download film, potensi nonton film, potensi download musik,
potensi dengerin musik, potensi download game,
Jumat, 14 Juni 2013
Di sebuah taman
yang luas dan hijau seperti di film “The Lovely Bones”—taman ini tidak mungkin digambarkan dengan singkat—aku berdiri. Tunggu, salah, ini bukan sebuah taman, melainkan sebuah
ladang, ladang super luas sejauh mata memandang. Bahkan kalau kau berlari
selama sembilan tahun untuk menemukan ujung dari ladang ini, niscaya kau tidak
akan menemukannya.
Seorang dokter
kejiwaan sedang memeriksa pasiennya.
“Saya suka
melakukan hal-hal yang berjamaah.”
“Maksudnya?” tanya
sang dokter keheranan.
“Ya... berjamaah,
bersama-sama. Seperti sholat berjamaah, makan berjamaah, mengobrol berjamaah,
tidur berjamaah, puasa berjamaah, buka puasa bersama, berangkat sekolah, pulang
sekolah, mengerjakan tugas, main, belajar, jalan-jalan, ya...
Dua
ekor pecinta sedang bermesraan di bawah pohon nangka. Mereka nggak tahu kalo di
atasnya ada seekor Kuntilanak yang lagi galau karena ditinggal pacarnya: tuyul.
Ya, tepat sekali, jaman sekarang kan emang lagi ngetrend pacaran sama brondong,
begitu juga (mungkin) di dunia perhantuan. Sang Kunti cemburu banget melihat
kemesraan sepasang pemabuk itu (pemabuk cinta).
Gue percaya bahwa siapapun bisa menjadi apapun kalo bener-bener berusaha. Gue bisa menjadi pemain bola kalo gue bertekad kuat dan berusaha dengan semaksimal mungkin. Kalo perlu, gue bakal nyewa CR biar ngelatih gue supaya jadi tukang tendang yang handal dan jadi bintang iklan sampo yang terkenal. (FYI: Kalo mau jadi bintang iklan celana dalam, bergurunya ke David Beckam.) Tapi mungkin bakal butuh waktu seumur pohon Sequoia kalo gue pengen jadi pemain bola.
Langganan:
Postingan (Atom)

