Gue percaya bahwa siapapun bisa menjadi apapun kalo bener-bener berusaha. Gue bisa menjadi pemain bola kalo gue bertekad kuat dan berusaha dengan semaksimal mungkin. Kalo perlu, gue bakal nyewa CR biar ngelatih gue supaya jadi tukang tendang yang handal dan jadi bintang iklan sampo yang terkenal. (FYI: Kalo mau jadi bintang iklan celana dalam, bergurunya ke David Beckam.) Tapi mungkin bakal butuh waktu seumur pohon Sequoia kalo gue pengen jadi pemain bola.
Kenapa nggak manfaatin yang ada aja? Maksudnya, kenapa gue nggak belajar nulis aja kalo emang gue nyamannya di sana? Gue nggak perlu nyewa Shaekspare untuk menulis sebuah cerita yang berjudul “Kucing Yang Tertukar”, atau “Kucing Bubur Naik Haji”, atau “Akibat Main Kucing-kucingan”. Bagaimana dengan kalian, readers? Apakah lo perlu menyewa Andrea Hirata untuk menulis sebuah cerita berjudul “Ratapan Anak Kucing”? Kalo jawaban lo “ya”, nggak apa-apa, nggak usah sedih, nggak usah ganti identitas atau memeriksakan diri ke Tukang Ojek. Mungkin bakat lo emang bukan di dunia tulis menulis. Mungkin bakat lo di dunia tendang menendang. Gue yakin, kalo bakat itu lo kembangkan, lo bakal jadi buronan Manchester United, Real Madrid, Barcelona, bahkan Timnas Inggris.
Readers
yang ibuman, hidup ini penuh dengan warna, bahkan bagi gue dan lo yang cuma
memiliki dua kemungkinan warna iris (selaput pelangi). Nggak usah risau, dan
nggak usah galau, Tuhan Yang Maha Agung nggak menilai kita dari seberapa dewa kita ngitung persamaan-persamaan
Trigonometri yang, aduhai, bikin mabok itu. Readers, Tuhan Yang Maha Mulia udah
mengajarkan keindahan sama kita melalui filosofi spektrum warna pelangi. Apakah
pelangi cuma punya satu warna? Enggak kan. Bahkan bagi orang buta warna
sekalipun, pelangi tetaplah warna-warni. Jadi, kenapa kita menyusahkan diri
dengan mengejar sesuatu yang bukan “nyawa” kita, hanyak untuk menjadi sesuatu
yang bukan diri kita?
Emang sih,
kalo kita menilai sebuah kesuksesan dari segi materi, maka konsep kesuksesan
itu akan menjadi begitu sempit. Mungkin akan sesempit liang kubur para
koruptor. Makanya readers, jangan lupa untuk selalu memandangi pelangi kalo dia
muncul sehabis hujan, semoga itu bisa membuat kamu lebih fresh dan lebih
berlapang dada atas apa yang telah Tuhan berikan kepadamu. Dan jangan lupa
untuk membelikan gue es krim kalo suatu saat nanti lo sukses, dan lo nyadar
ternyata hidup lo itu berubah setelah lo sering ngeliatin pelangi kalo dia
muncul, sesuai saran (sesat) gue.

0 komentar:
Posting Komentar