Jumat, 14 Juni 2013

Berjamaah

Seorang dokter kejiwaan sedang memeriksa pasiennya.
“Saya suka melakukan hal-hal yang berjamaah.”
“Maksudnya?” tanya sang dokter keheranan.
“Ya... berjamaah, bersama-sama. Seperti sholat berjamaah, makan berjamaah, mengobrol berjamaah, tidur berjamaah, puasa berjamaah, buka puasa bersama, berangkat sekolah, pulang sekolah, mengerjakan tugas, main, belajar, jalan-jalan, ya...
pokoknya semuanya deh, asalkan berjamaah, saya suka.”
“Hmmm... cukup menarik.”
“Lha iya! Bahkan, Dok, tahu nggak, saya juga kepingin mati berjamaah, dalam sebuah peperangan di jalan Allah. Jadi, masuk surganya juga berjamaah, bertemu dengan Allah-nya juga berjamaah. Mantap nggak tuh?!”
“Ya... ya... nampaknya itu merupakan hal yang seru.”
“Tentu saja seru, Dok! Semua hal yang dilakukan bersama-sama itu pasti seru. Jangankan perbuatan baik, Dok, korupsi saja lebih seru kalau dilakukan bersama-sama.”
“Begitu ya... Hmmm... Lalu, kenapa saat ini Anda menyendiri??”
“Ah, itulah Dok, yang ingin saya jelaskan dari tadi. Sekarang dokter tahu kan betapa indahnya kebersamaan?”
“Ya, sekarang saya sudah tahu, terimakasih kepada Anda karena sudah memberi tahu saya.”
“Tapi sayang sekali Dok...”
“Kenapa?”
“Sepertinya tidak ada yang mau gila berjamaah bersama saya.”
Ya iyalah! Kata si dokter di dalam hati.
“Dokter mau?”
Si Dokter tersenyum simpul. “Asal nanti Anda ajarkan saya bagaimana cara menjinakkan bom yang Anda rakit ya...” kata Dokter dengan nada bercanda.
“Ah, itu sih terlalu gampang Dok, tinggal bilang ‘Bismillahi Kun Fayakun!’, fyuuhhh, langsung mati bomnya.”
Dokter itu tersenyum, hanya bisa tersenyum.


FYI: Orang ini, sebut saja namanya Nama, dia adalah seorang ahli meledakkan sesuatu, dia adalah seorang komedian, pada awalnya, jadi dia sangat ahli dalam “meledakkan” suasana. Tapi kemudian dia ditangkap kepolisian karena meledakkan 124 diskotik, 67 hotel, dan lebih dari seribu outlet makanan cepat saji dan supermarket, pada waktu bersamaan. Ternyata Nama adalah alumni dari sebuah universitas ternama di Eropa, keahliannya adalah merakit sesuatu yang bisa meledak secara betulan (tidak seperti petasan atau bom molotok) dan efisien. Nama hendak dijebloskan ke penjara untuk selanjutnya dihukum mati, tapi pihak rumah sakit yang telah selesai memeriksanya menyatakan bahwa Nama mengidap suatu kelainan jiwa, jadi dia dibebaskan dari jerat hukum. Wallahua’lam readers!

0 komentar:

Posting Komentar